Laman

Sabtu, 18 Desember 2010

Laporan Observasi Sendratari Ramayana

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Diadakannya Widyawisata

Saat ini semakin banyak remaja yang tidak memiliki kebanggan atas hasil karya bangsanya, termasuk hasil karya dalam bidang seni dan budaya. Bila kita mau membuka mata kita, kita menemukan bahwa rasa bangga terhadap budaya peninggalan nenk moyang kita hari ke hari semakin ditinggalkan. Melihat situasi yang memperhatinkan itu, kami OSIS SMP Negeri 1 Buluspesantren mengajak teman-teman generasi muda di sekolah untuk lebih mengenal budaya peninggalan nenk moyang kita melalui kegiatan Widyawisata, misalnya ke candi Prambanan dan candi tersebut dipilih karena kita dapat melihat budaya peninggalan nenk moyang kita yang mempunyai nilai estetika yang tinggi.

B. Tujuan Pelaksanaan Widyawisata

Dengan melaksanakan kegiatan ini siswa akan memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:
1. Melihat dari dekat budaya peninggalan nenek moyang kita
2. Menumbuhkan tasa cinta tanah air dan bangsa.
3. Menambah wawasan siswa tentang nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa kita.

C. Sistematika Penulisan

Karya tulis ini membahas tentang:
1. Sejarah diadakannya Sendratari Ramayana.
2. Pengertian, fungsi, dan jalan cerita Sendratari Ramayana
3. Bentuk penyajian Sendratari Ramayana
4. Kesimpulan, saran-saran, dan kata penutup.

SEJARAH DIADAKANNYA
SENDRATARI RAMAYANA DI CANDI PRAMBANAN

Sejarah diadakannya Sendratari Ramayana di candi Prambanan adalah KGPH Jati Kusuma salah satu kerabat kraton Surakarta yang pada waktu itu menjabat sebagai Mentri Pariwisata, Pos dan Perhubungan darat yang berkeinginan menampilkan kesenian tradisional terutama seni tari secara kolosal dengan latar belakang sebuah bangunan seperti Thailand, Kamboja, dan Mesir. Akhirnya dipilihlah Yogyakarta sebagai tempat pertunjukan, tempatnya di Candi Prambanan karena disana terdapat relie cerita Ramayana.
Sendratari Ramayana diepntaskan dan diresmikan oleh Ir.Soekarno presiden RI yang pertama. Pata tahun 1961 disebelah selatan candi, di bagian timur sungai ddan pindah ke tempat yang sekarang di bagian barat candi kira-kira tahun 1966-an dengan tambahan sebuah theather tertutup Trimurti untuk pementasan dimusim hujan. Theather terbuka Ramayana sendiri dikelola oleh PT.Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Beko. Sepanjang 6 bulan dari bulan Mei sampai Oktober pertunjukan ini digelar setiap malam dengan cerita penuh dan pada tanggal tertentu dicuplikan dari setiap episode. Ramayana sendiri menggambarkan kesetiaan, perjuangan, kebaikan lawan kejahatan. Hitam putih dimana kalau diterjemahkan dalam kehidupan nyata bias menjadi cermin babgi dirikita sendiri.

BAB II

SENDRATARI RAMAYANA

A. Pengertian

Sendratari adalah perpaduan dari seni dan tari. Sendratari adalah pertunjukan tari yang cara berkomunikasianya dengan media gerak. Sendratari berdiri tahun 1961, pendirinya adalah KGPH Jati Kusuma dari Surakarta, karena beliau ingin menampilkan sebuah pertunjukan kolosal yang berlatar belakang peninggalan sejarah.

B. Fungsi

Fungsi dari Sendratari Ramayana adalah untuk mengingat atau menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa, terutama pada generasi muda yang memulai lupa akan kebudayaan bangsanya sendiri. Fungsi lain dari Sendratari Ramayana adalah menambah wawasan tentang nilai-nilai budaya yang kita miliki. Indonesia memiliki banyak kebudayaan salah satunya adalah Sendratari Ramayana, yang juga mengandung pesan bahwa ujian atau cobaan adalah jalan yang harus kita lalui untuk mencapai kesuksesan.

C. Sendratari Ramayana

1. Jalan Cerita

Negeri Mantili yang dipimpin oleh raja bernama Prabu Janaka mempunyai putri cantik jelita bernama Dewi Sinta. Untuk menentukan calon suami diadakan sayembara. Akhirnya dimenangkan oleh putra mahkota kerajaan Ayodya yang bernama raden Wijaya. Beliau berhasil memperistri Dewi Sinta. Prabu Rahwana Raja Alengkadirja ingin memperistri Dewi Widowati. Setelah melihat Dewi Sinta Rahwana menganggap Sinta titisan Dewi Widowati.
Dikerajaan, Rahwana mengatakan pasewakan agung yang dihadiri kumbakarno, Indrajit dan Patih Prahasto serta rakyatnya, tiba-tiba datang Sarpakeraka adik Rahwana sambil menangis minta tolong karena dipercaya oleh Satria di hutan Dandaka dan ada wanita cantik mendengar laporan itu, Rahwana marah dan memanggil Kalamurica untuk ikut membunuh dan mencari wanita tersebut.
Rama Wijaya bersama Sinta dan Laksamana adik Ramawijaya mengembara kehutan Dandaka. Rahwana melihat Sinta dan berniat memilikinya untuk mendapatkan Sinta, Rahwana mengubah Marica pengikutnya menjadi kijang kencana yang elok dan membuat Sinta ingin memiliki. Rama berusaha mengejarnya Sinta cemas Rama belum kembali. Sinta menyuruh Laksamana mencari Rama, Laksamana pun meninggalkan Sinta didalam lingkaran magis. Rahwana berusaha menculik Sinta tapi tidak berhasil akhirnya Rahwana berubah menjadi Brahma tua dan berhasil menculik Sinta.
Dalam pengejaran akhirnya Kijang dipanah Rahma ternyata kijang berubah menjadi raksasa Kalamarica sehingga terjadilah perang dengan Rama. Marica akhirnya terpanah oleh Rama. Laksamana menyusul Rama mengajak untuk menemui Sinta.
Perjalanan Rahwana membawa Sinta terlambat seekor Burung Garuda bernama Jatayu. Jatayu ingin menolong Sinta tapi jatuh terluka parah. Rama dan Laksamana tidak menemukan Sinta ditempat semula, akhinya dicari dan diperjalanan bertemu dengan Jatayu. Rama mengira Jatayu yang menculik Sinta dan akan dibunuh. Tetapi dicegah oleh Laksamana. Akhirnya Jatayu menceritakan semua apa yang sebenarnya terjadi. Saat itu juga Jatayu mati. Dalam kesedihan datanglah seekor Kera Putih bernama Hanoman yang diutus Sugriwa untuk mencari dua orang yang dapat mengalahkan Subali. Sugriwa tidak dapat mengalahkan Subali yang telah merebut kekasihnya Dewi Tara. Akhirnya Rama membantu Sugriwa.
Subali, Dwi Tara dan Anggodo putranya sedang bercengkrama dikejutkan oleh kedatangan Sugriwa dan terjadi peperangan. Rama membantu Sugriwa dan akhirnya berhasil, kemudian Sugriwa bertemu denga Dewi Tara. Subali membalas kebaikan Rama dan diutuslah Hanoman untuk menyelidiki negeri Alengka.
Dikerajaan Alengka, Trijatha sedang menghibur Sinta Rahwana datang dan membujuk Sinta untuk jadi istrinya, namun bujukan itu ditolak dan Rahwana ignin membunuhnya tapi dapat dicegah oleh Trijatha. Sinta yang sedang sedih tiba-tiba dikejutkan tembang yang dibawakan Hanoman. Hanoman segera menghadap untuk menyampaikan kehadirannya diutus oleh Rama.
Setelah itu Hanoman ingin mengetahui kekuatan Alengka, maka dirusaklah keindahan taman dan ditangkap Indrajit dibawa ke Rahwana. Hanoman akan dibunuh tetapi decegah Kumbakarno. Akhirnya Kumbakarno diusir di Alengka. Hanoman dibakar hidu-hidup, tetapi Hanoman tidak mati malahan Hanoman dapat membakar Alengka, setelah itu ia kembali menghadap Rama. Rama beserta kera-kera berangkat membendung Samudra untuk jalan menuju Alengka. Mendapat laporan Hanoman tentang kekuatan Alengka Rama merasa gembira da diutuslah Hanoman, Anggodo, Anila, dan Jembawana untuk memimpin prajurit menyerang Alengka.
Kerajaan Alengka tiba-tiba diserang prajurit kera dan terjadilah perang cambuh, dalam perang itu Indrajit dan Kumbakarno gugur. Kumbakarno menghadapi Rama. Rahwana gugur kena panah Rama dan di himpit gunung Sumawan yang dibawa Hanoman.
Setelah Rahwana mati, Sinta diantar Hanoman menghadap Rama, tapi Rama menolak karena dianggapnya Sinta ternodai selama di Alengka. Maka Rama minta bukti kepada Sinta untuk membuktikan kesuciannya dengan dibakar api, karena kesuciannya Sinta dengan pertolongan Dewa Api, Sinta selamat dari api. Setelah terbukti kesuciannya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia.

2. Bentuk Penyajian

a. Gerak Tari
- Untuk putri jauh pandangan sekitar 2 meter
- Untuk putra alus jauh jauh pandangan sekitar 3 meter.



b. Gerak-Gerak Ekspresi

Contoh:
- Ekspresi manusia pada adegan Shinta yang diculik Rahwana
- Ekspresi manusia marah pada adegan Rahwana mendengar Hanoman memasuki Alengka.
- Ekspresi manusia gembira pada adegan Shinta dan Rama bertemu kembali.
- Ekspresi gerak tingkah laku binatang.
Contoh:
1. Gerakan pada binatang kijang
- Melompat-lompat
- Lari-lari
- Mendengus-dengus.
2. Gerakan pada binatang burung
- Terbang kian kemari
- Mematuk

c. Tata Lampu
Misal :
- Dalam suasana sedih dengan lampu yang agak redup
- Suasana malam agak gelap
- Suasana gembira dengan lampu yang terang
Macam-macam lampu
- Lampu warna
- Lampu pengantar yang lari kearah samping kiri dan kanan.
- Lampu pengantar jalan cerita.


BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan kami mengenai Sendratari Ramayanadi candi Prambanan yang telah kami uraikan pada bab I dan bab II kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1. Sendratari Ramayana merupakan salah satu drama yang ditunjukan dalam bentuk tarian untuk melestaikan nilai-nilai budaya, tempat rekreasi, dan tempat meminta ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan matapelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya.
2. Sendratari Ramayana merupakan budaya peninggalan nenek moyang kita yang mempunyai nilai estetika yang tinggi.

B. Saran-saran

Setelah kami menyusun karyatulis ini sebagai laporan Widyawisata, kami memberi sedikit saran-saran:
1. Sendratari Ramayana harus dilestarikan dengan sebaik-baiknya, karena Sendratari Ramayana sudah dikenal didunia internasional.
2. Alangkah baiknya jika bangunan-bangunan yang ada disekitar lapangan pertunjukan Sendratari Ramayana ditambah dengan hiasan lain agar lebih kelihatan menarik bagi para pengunjung baru atau oengunjung yang sering melihat pertunjukan Sendratari Ramayana tersebut.

C. Kata Penutup

Puji syukur kami panjatkan kepada Alloh SWT.atas rahmat dan hidyah-nya kami dapat menyelesaikan penyusunan karyatulis ini. Kami selaku penyusun mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyusunan karya tulis ini, semoga karya tulis ini bermanfaat bagi kita . Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar